PRINSIP AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH DALAM IBADAH (REVISI)

9 02 2011

Tulisan ini adalah sebuah makalah yang ditulis sebagai tugas akhir kuliah pada semester 7 mata kuliah reading course. Dan akan kami muat secara bagian perbagian. Kami harap tulisan ini bisa memberikan secercah pemahaman bagi para pembaca Amiin.

Oleh : David Tugas Setyawan

 

PRINSIP[1] AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Dalam Ibadah

  1. PENDAHULUAN

Setiap muslim dan muslimah harus mengetahui hakekat ibadah yang sebenarnya agar amalan yang dikerjakannya diberikan ganjaran kebaikan oleh Allah Azza wa Jalla. Dan karena untuk beribadah kepada Allah lah jin dan manusia diciptakan di muka bumi ini. Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (56) مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ (57)

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembak-Ku(56) Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.”(QS. Adz-Dzariyat : 56-57)

Allah memberitahukan  bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah, agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah semata. Allah Maha Kaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya;karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barang siapa yang menolak beribadah  kepada Allah, ia adalah sombong. Barang siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyariatkan-Nya, maka ia adalah mubtadi’ ( pelaku bid’ah ). Dan barang siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyariatkan-Nya maka ia adalah mukmin muwahhid ( yang mengesakan Allah ).[2]

1.1       Sebuah Pengantar Tentang Kesempurnaan Islam

  1. Pengkabaran Allah Azza wa Jalla tentang kesempurnaan Islam

Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا.

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”(Al Maidah : 3)

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya, berkata:“Hal ini merupakan nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar yang dianugerahkan kepada umat ini, karena Allah telah menyempurnakan agama mereka. Sehingga mereka tidak memerlukan agama selain agama mereka, juga tidak perlu kepada Nabi selain Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena itulah Allah menjadikan beliau sebagai penutup para Nabi, dan mengutus dirinya kepada manusia dan jin. Tidak ada yang halal kecuali apa yang dihalalkan oleh Rosululloh,tidak ada yang haram kecuali apa yang diharamkannya, dan tidak ada agama selain apa yang beliau syari’atkan. Dan semua yang Rosululloh kabarkan adalah benar, jujur, tidak ada sedikit pun kedustaan dan penyimpangan di dalamnya.” Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا

“Telah sempurnalah kalimat Robb mu sebagai kalimat yang benar dan adil”(Al An’am: 115)

Artinya: benar dalam pemberitaan, adil dalam perintah dan larangan. Ketika Dia menyempurnakan bagi mereka agama mereka, sempurna pulalah nikmat bagi mereka.[3]

Dari Thoriq bin Syihab, dari Umar bin Khottob:

“Seorang laki-laki dari kaum Yahudi berkata kepada Umar,”Wahai amirul mu’minin ada sebuah ayat  dalam kitab kalian yang sering kalian baca, seandainya ayat tersebut turun kepada kami kaum Yahudi, niscaya sungguh akan kami jadikan hari turunnya ayat itu hari raya. Umar bertanya,”Ayat yang manakah itu ?” Laki-laki tadi menjawab,”

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا.

Umar berkata,”Sungguh kami telah mengetahui hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan kepada Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu ketika beliau berdiri di ‘Arofah pada hari jum’at.”[4]

  1. Pengkabaran Rosululloh tentang kesempurnaan Islam

Nabi Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عن المطلب بن حنطب ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « ما تركت شيئا مما أمركم الله به

إلا وقد أمرتكم به ، ولا شيئا مما نهاكم الله عنه إلا وقد نهيتكم عنه.

Dari Muthollib bin Hanthab:”Sesungguhnya Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,”Tidaklah aku tinggalkan sesuatu pun dari perintah-perintah Allah kepada kalian melainkan telah aku perintahkan kepadamu. Dan tidak ada sesuatu pun dari larangan-larangan Allah kepada kalian melainkan telah aku larang untuk mengerjakannya.”[5]

  1. Atsar Salaf as Sholih tentang kesempurnaan Islam

عن أبي ذر : قال : تركنا رسول الله صلى الله عليه و سلم وما طائر يقلب جناحيه في الهواء إلا وهو يذكرنا منه علما قال فقال صلى الله عليه و سلم : ( ما بقي شيء يقرب من الجنة ويباعد من النار إلا وقد بين لكم )

Dari Abu Dzar berkata:”Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam telah meninggalkan kita(wafat)  dan tidak seekor burung pun yang mengepakkan kedua sayapnya, melainkan telah beliau terangkan ilmunya kepada kami.”

Berkata Abu Dzar:”Rosululloh Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda,”Tidak tinggal sesuatu pun yang mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan kalian ke neraka kecuali telah aku terangkan kepada kalian.”[6]

Maksud Abu Dzar di atas ialah sesungguhnya Rosululloh Shollallahu ‘alaihi wa Sallam telah menjelaskan kepada umatnya segala sesuatu, baik berupa perintah atau larangan atau berita dan lain-lain.[7]

1.2       Masalah

  1. Kaum Muslimin pada umumnya tidak memahami apa yang dimaksud dengan Ahlus Sunnah wal Jam’ah  dan siapakah mereka sebnarnya.
  2. Kebanyakan masyarakat umum tidak memahami makna ibadah. Mereka beranggapan bahwa ibadah hanya sebatas amalan-amalan seprti : sholat, zakat, puasa, haji, berdzikir, baca Al Qur an dan ibadah-ibadah lainnya yang hanya berdimensi vertikal semata anatara hamba dengan sang Khalik saja.
  3. Kaidah yang salah dalam memahami ibadah.
  4. Pengamalan praktek ibadah yang tidak sesuai dengan petunjuk Rosulullah dan para sahabat.
  5. Banyak sekali ibadah-ibadah yang tidak ada tuntunannya dari islam tersebar di tengah – tengah masyarakat. Bahkan kita menemukan dari hari ke hari amalan-amalan tersebut semakin bertambah dan dikemas dengan model-model yang baru.
  6. Ada dua bentuk kesalahan manusia dalam memahami hakekat ibadah. Pertama, berlebihan dalam mewujudkan kecintaan. Kedua, orang mengira bahwa kecintaan itu menafikan rasa takut dan cemas kepada Allah.[8]
  7. Penggunaan hadist-hadist dho’if (lemah) dan maudhu’ (palsu) sebagai landasan dalam beribadah. Ini merupakan salah satu penyebab munculnya berbagai macam bentuk ibadah yang tidak dicontohkan Nabi Muhammad.
  8. Maraknya penyebaran buku-buku agama Islam yang memberikan pemahaman yang salah dan menyimpang mengenai ibadah. Misalnya :

®  Amaliyah Sunnah yang dinilai Bid’ah, tulisan : Drs. KH. Sufyan Raji Abdullah, Lc. Terbitan Pustaka al Riyadh, cetakan perdana Mei 2006.

®  Bid’ahkah Yasinan dan Bacaan Al Qur an Untuk Orang Mati, tulisan : Drs. KH. Sufyan Raji Abdullah, Lc. Terbitan Pustaka al Riyadh, cetakan perdana April 2006.


[1] Asas (kebenaran yg menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dsb); dasar, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka;Jakarta, 1999, cet X, edisi kedua, hal. 788.

[2] Yazid bin Abdul Qodir Jawas, Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Jakarta;Pustaka Imam Syafi’i, Cet. VII, hal 185.

[3] Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur an Al Adzim, juz 3, hal. 26, Maktabah Syamilah

[4] HR. Bukhori, Bab Hajjah al-Wada’, no. 4407, juz 5, hal. 177, Maktabah Syamilah

[5] Al Baihaqi, as-Sunan al Kubro lil Baihaqi, Bab Dalil ‘Ala Annahu Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam la yuqtada bihi fiima khussho bihi wa Yuqtada bihi fiima siwahu, no. 13221, juz 7, hal. 76, lihat pula asy Syafi’i, Musnad asy Syafi’i, no. 1153, hal. 233, Maktabah Syamilah

[6] At-Thobroni, al-Mu’jam al-Kabir, juz 3, hal. 155, Maktabah Syamilah

[7] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Lau Kaana Khairan Lasabaquunaa Ilaihi, Maktabah Mu’awiyah bin Abi Sufyan;Jakarta, 2010, Cet. V, hal. 218

[8] Rahman Ritonga dan Zainuddin, Fiqh Ibadah, Gaya Media Pratama;Jakarta, 2002, cet. II, hal. 5

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: